Pelatihan Pembuatan Sari Ikan Gabus dan MPASI sebagai upaya Catch Up Growth dan Pencegahan Balita Stunting

Upaya pencegahan stunting atau suatu kondisi dimana tinggi badan anak jauh lebih pendek dari anak seusianya yang normal menjadi pusat perhatian pemerintah RI.

Penanganan stunting tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI atau pemerintah daerah saja, namun juga menjadi sorotan semua pihak salah satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti Politeknik Negeri Jember. Bentuk kepedulian terhadap masalah ini ditunjukkan dengan cara pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dari Program Studi Gizi Klinik, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Jember yang terdiri dari M Rizal Permadi.S.Gz.,M.Gizi, sebagai Ketua dengan anggota Huda Oktafa, STP,.MP, Muhammad Iqbal S.Gz.,MPH.

Rizal Permadi menjelaskan, pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan kepada kader posyandu tentang bagaimana cara membuat sari ikan gabus dan MPASI untuk pencegahan balita stunting.

Kegiatan diselenggarakan di Puskesmas Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember,
Jumat (4/10/19), dengan peserta pelatihan adalah kader posyandu yang bejumlah 30 orang dari berbagai kelompok posyandu di Kecamatan Jelbuk.

“Tujuan diadakannya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada kader tentang cara pengolahan ikan gabus sebagai upaya catch up growth dan pencegahan balita stunting, sehingga mampu membantu menurunkan angka kejadian stunting di Kecamatan Jelbuk,” ujar Rizal.

Huda Oktafa berharap pelatihan ini mampu memberikan tambahan pengetahuan bagi kader tentang manfaat olahan ikan gabus yang kaya akan zat gizi utamanya protein dan albumin yang baik untuk catch up growth dan pencegahan balita stunting.

“Selama kegiatan berlangsung kader diberikan pemahaman tentang stunting seperti penyebab, cara pencegahannya, dan berbagai olahan MPASI yang baik untuk dikonsumsi balita stunting. Selain itu juga dijelaskan mengenai sari ikan gabus seperti kandungan penting di dalamnya serta cara pengolahan menjadi sari ikan gabus,” kata Huda.

Sementara itu Muhammad Iqbal mengungkapkan, kegiatan ini juga menyertakan Emo Demo cara penggunaan alat ekstraktor untuk mengekstrak sari ikan gabus yang nantinya dapat digunakan sebagai campuran MPASI untuk memaksimalkan asupan protein dan albumin pada balita penderita stunting.

“Alasan ikan gabus diolah dalam bentuk ekstrak karena lebih mudah dan cepat diserap oleh pencernaan balita. Di sisi lain, ampas daging ikan gabus dari ekstrak tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai olahan produk seperti fish terrine dan MPASI,” pungkas Iqbal.

Puncak dari acara pelatihan ini yaitu penyerahan alat ekstraktor dan mixer kepada pihak Puskesmas Jelbuk sehingga dapat digunakan oleh masyarakat setempat.