World Childhood Cancer Day 2021

Kanker merupakan suatu istilah untuk penyakit di mana sel-sel membelah secara abnormal tanpa kontrol dan dapat menyerang jaringan di sekitarnya (National Cancer Institute, 2009). Penyakit kanker dapat menyerang segala usia, tidak terkecuali anak-anak. Sesuai dengan data Lembaga Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 150.000 anak dari seluruh dunia di diagnosis menderita kanker setiap tahunnya.

Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) pada tanggal 15 Februari adalah kampanye kolaboratif global untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker pada anak. Sekaligus, sebagai momentum untuk memberi dukungan kepada pasien, survivors dan orang tua. Menurut International Chilhood Cancer Day (ICCD), hari kanker anak dunia ditetapkan pertama kali pada tahun 2002 yang mendapatkan dukungan dari organisasi kesehatan dunia. Kemudian pada tahun 2011, Majelis Perserikatan Bangsa-bangsa mengeluarkan deklarasi politik yang mengakui empat penyakit yang menyebabkan kematian terbesar orang dewasa dan anak-anak di antaranya adalah kanker.

Terdapat 6 jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Kanker tersebut adalah leukemia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring. Leukemia merupakan kanker tertinggi pada anak (2,8 per 100.000), dilanjutkan oleh retinoblastoma (2,4 per 100.000), osteosarkoma (0,97 per 100.000), limfoma maligna (0,75 per 100.000), karsinoma nasofaring (0,43 per 100.000), dan neuroblastoma (10,5 per 1.000.000).

Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak lebih sulit diketahui karena anak-anak pada umumnya belum mampu untuk mengemukakan apa yang dirasakan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda dan gejala kanker pada anak, sehingga dapat dilakukan penanganan segera dan tingkat kesembuhan menjadi lebih besar.

  1. Leukemia merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Gejala leukemia antara lain pucat, lemah, anak rewel, napsu makan menurun; demam tanpa sebab yang jelas; pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening; kejang sampai penurunan kesadaran; pendarahan kulit dan atau pendarahan spontan; nyeri tulang, seringkali ditandai dengan anak tidak mau berdiri dan berjalan, dan lebih nyaman digendong; pembesaran buah zakar dengan konsistensi keras.
  2. Retinoblastoma adalah tumor ganas primer pada mata yang sering dijumpai pada anak usia di bawah 5 tahun. Gejala yang ditimbulkan berupa manik mata berwarna putih, mata kucing, juling, kemerahan, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata, dan penglihatan buram.
  3. Osteosarkoma atau kanker tulang adalah keganasan yang timbul di tulang. Kanker ini ditandai dengan gejala nyeri tulang di malam hari atau setelah beraktivitas; pembengkakan, kemerahan dan hangat di area nyeri tulang; patah tulang setelah aktivitas rutin; gerakan tulang terbatas; nyeri menetap di punggung; demam, cepat lelah, penurunan berat badan, dan pucat.
  4. Limfoma Maligna adalah keganasan primer jaringan getah bening yang bersifat padat. Gejala yang harus diwaspadai antara lain pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, pangkal paha, dan tanpa rasa nyeri; sesak napas, tersumbatnya saluran pencernaan, demam, keringat malam, lemah, lesu, napsu makan berkurang, penurunan berat badan.
  5. Karsinoma Nasofaring adalah tumor ganas pada daerah antara hidung dan tenggorokan. Gejala dini yang perlu diwaspadai adalah ingus bercampur darah, pilek dan air ludah kental, hidung tersumbat, mimisan, tuli sebelah, telinga berdengung, nyeri telinga, rasa penuh di telinga.
  6. Neuroblastoma yaitu tumor embrional dari sistem saraf simpatis yang berasal dari cikal bakal jaringan saraf. Gejala yang ditimbulkan antara lain pendarahan di sekitar mata dan mata menonjol; nyeri tulang; perut terasa penuh dan diare; kelopak satu sisi mata menurun, kontraksi pupil, mata kering, pembengkakan di leher; nyeri, lumpuh, gangguan fungsi kandung kemih dan usus.

Anak yang di diagnosis kanker dapat mengalami perubahan pada psikologis, fisik, sosial dan kognitif terkait dengan pengobatan dan perkembangan penyakitnya. Perubahan psikologis yang timbul dari efek hospitalisasi dapat berupa rasa khawatir, cemas dan takut menghadapi ancaman serta rasa sakit saat menjalani terapi. Sedangkan perubahan fisik yang terjadi seperti: rambut rontok, kadar hemoglobin mengalami penurunan, tubuh lemah, dan penurunan fungsi organ tubuh lainnya. Anak-anak yang mengalami perubahan-perubahan tersebut cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Hal tersebut menyebabkan mereka harus mendapatkan penanganan kanker yang tepat.

Penanganan kanker pada anak bukan hanya berupa pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, dan operasi saja, tetapi juga dukungan psikologis. Penanangan psikologis pertama yang harus dilakukan adalah membantu pasien mengenali gejala-gejala psikologisnya. Psikiater atau psikologi klinis perlu untuk memberikan dukungan agar pasien mampu mengekpresikan emosinya. Dalam proses ini, perlu melibatkan keluarga sebagai support system. Kedua, dalam perawatan di rumah sakit, pasien juga perlu diikutsertakan dalam terapi kelompok bersama dengan para penderita kanker yang lain. Sehingga pasien tidak merasa sendirian. Ketiga, perlu adanya terapi empati dan kasih sayang, sehingga penderita akan lebih mudah dalam menerima keadaannya sendiri. Dan terakhir, perlu dilakukannya pendekatan spiritual yang paling nyaman untuk pasien. Dukungan yang baik antara semua faktor akan meningkatkan harapan hidup dan berkualitas pada pasien kanker anak.

Meski terdapat penanganan pada penderita kanker, tetap saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Menurut kemenkes, para orang tua perlu menerapkan perilaku CERDIK pada anak-anak agar terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul di usia dewasa.

CERDIK:

Cek Kesehatan secara berkala;

Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok;

Rajin aktivitas fisik;

Diet sehat dan seimbang;

Istirahat cukup; dan

Kelola stress.

 

Referensi :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak, dari http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/kenali-gejala-dini-kanker-pada-anak (di akses 14 Februari 2021).

Regia, Delonix. 2018. Mengenal Sejarah Hari Kanker Anak Sedunia, dari https://carapandang.com/read-news/mengenal-sejarah-hari-kanker-anak-sedunia (di akses pada 14 Februari 2021).

Sardjito. 2018. Kebutuhan Psikologis Kanker Anak, dari https://sardjito.co.id/2018/12/04/kebutuhan-psikologis-anak-kanker/ (di akses 14 Februari 2021).

Hendrawati, Sri, dkk. 2019. Self-Efficacy Parents In Undergoing Child Cancer Treatment At The Rumah Kanker Anak Cinta Bandung. NurseLine Journal. 4(1) : 37-45. Dari https://jurnal.unej.ac.id/index.php/NLJ/article/view/8911 (di akses 15 Februari 2021).

Rejeki, Feby Kurniawati. 2021. Hari Kanker Anak Sedunia 15 Februari 2021, dari https://www.phiradio.net/hari-kanker-anak-sedunia-15-februari-2021/ (di akses 15 Februari 2021).